Kegiatan mendaki gunung masih jadi aktivitas favorit yang masih gue lakukan hingga sekarang. Karena saat mendaki gunung, bukan hanya rasa happy yang gue rasakan, namun gue juga dapat banyak pelajaran di dalamnya. Bagi gue, gunung itu tempat terbaik buat menyepi, santai aja gitu tanpa ngapa-ngapain. Kerennya, La Dorce Far Niente — the art of doing nothingBeberapa orang bilang, "gunung sekarang udah kaya pasar! Gak ada deh gunung yang sepi". Iya sih, tak bisa dipungkiri kalo jumlah pendaki makin hari makin bertambah. Terbukti dengan banyaknya sampah di sepanjang trek pendakian makin tingginya volume pendaftar di list pendatang setiap basecamp pendakian.

Seiring dengan bertambahnya jumlah peminat kegiatan mendaki, sayangnya bertambah juga angka korban kecelakaan dan meninggal di gunung. Gue pribadi sebenernya gak pernah mempermasalahkan gunung jadi rame kaya sekarang, selama para pendaki ini "pintar" dan bertanggung jawab atas diri mereka masing-masing. "Pintar" disini maksudnya berperilaku yang tidak merugikan orang lain dan lingkungan, juga dirinya sendiri. Hal ini penting karena kegiatan gunung sendiri diidentikkan dengan kegiatan berbahaya yang sangat beresiko.

Dengan bertambahnya angka korban kecelakaan dan meninggal di gunung, kemungkinan terbesar faktor penyebabnya adalah kurangnya edukasi mengenai kegiatan mendaki itu sendiri. Dengan jumlah pendaki yang bertambah, segala macam kemungkinan haruslah diperhitungkan. Salah satu hal yang patut diperhatikan saat ini adalah banyaknya pendaki yang tergoda untuk mendapatkan foto-foto keren di gunung, tanpa memedulikan bahaya apa saja yang mungkin terjadi dan bagaimana mengantisipasinya. Bagi gue yang sangat menyukai kegiatan ini, hal seru apapun bisa jadi gak berarti apa-apa selama bisa membahayakan dan merugikan, karena gue mempunyai prinsip "Safety first, fun later". Semua hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya ketika beraktivitas di gunung, sebenarnya sangat bisa diantisipasi jika kita tahu dan mengerti dengan resikonya. Ini semua bahkan bisa diantisipasi dari persiapan pendakian hingga pendakiannya terlaksana.

Ada tiga hal yang biasanya jadi concern gue agar meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, yaitu:

1. Be Prepared
Mempersiapkan segala sesuatu disini, bukan berarti mempersiapkan hal yang tidak diinginkan untuk terjadi. Tapi hal ini menjadi antisipasi dari setiap hal buruk yang dapat ditemui selama pendakian berlangsung. Persiapan ini mencangkup perlengkapan yang akan dipakai saat mendaki dan saat berkemah. Penting sekali untuk memakai pakaian yang proper, mengingat mendaki gunung itu sangat beresiko. Selain itu perlengkapan lainnya pun harus memenuhi standar, seperti kantung tidur, jaket wind breaker, dan sepatu trekking.

Pilihlah pakaian pendakian yang sesuai dengan medan pendakian serta keamanan dan kenyamanan
Satu pack first aid kit pun gak pernah gue tinggalkan di setiap kegiatan outdoor yang gue lakukan. Karena barang ini menjadi penolong pertama saat kecelakaan terjadi. Biasanya gue pisahkan dalam satu tas terpisah yang berisi perban, kasa steril, plester, kapas, gunting, alcohol, dan tentunya obat antiseptic yang sangat cocok untuk kegiatan outdoor, Betadine Dry Powder Spray. Cocok banget untuk kegiatan outdoor karna sangat praktis penggunaannya, cukup disemprotkan ke bagian badan yang terluka tanpa harus menyentuh lukanya. Hal ini sangat mempersingkat waktu penanganan. Kelebihan lainnya, luka pun tetap kering karna kandungannya berupa powder dan tidak menyebabkan perih dengan adanya cooling effect terkandung dalam antiseptic ini.

Betadine Dry Powder Spray yang praktis banget untuk kegiatan pendakian



Perlengkapan – perlengkapan yang gue sebutkan di atas biasanya gue list dan dicek ulang saat packing, supaya semuanya dibawa, dan bisa melanjutkan perjalanan dengan tenang. Ribet ya? Mungkin iya. Tapi gue memilih safety daripada repot di kemudian hari~

2. Know Your Destination First
Langkah berikutnya, gue selalu membiarkan diri gue “kepo”. Semua informasi mengenai gunung yang akan gue daki, sebisa mungkin gue dapatkan jauh hari sebelum pendakian. Cara menuju basecamp pendakian, trek pendakian, adat setempat yang berlaku, hingga status dari gunung tersebut. Hal ini juga membantu untuk mempertimbangkan perlengkapan apa yang cocok untuk gunung yang akan didaki. Jangan pernah mendaki dengan informasi yang kurang, karena hanya akan merepotkan diri sendiri (dan bisa jadi orang lain).

Contohnya dengan mengetahui medan pendakian dengan tipe savanna, tentunya dapat memilih pakaian pendakian lengan panjang dan topi. Dengan tahu di setiap pos terdapat mata air, tentunya bisa meminimalisir jumlah air yang dibawa saat pendakian. Hal – hal ini mungkin terasa sepele dan banyak dilewatkan oleh para pendaki, tapi sangat membantu agar pendakian lebih mudah dan lancar.

3. Knowing The Limits !
Dengan banyaknya alasan orang-orang mulai mendaki gunung adalah berfoto di spot cantik dan keren—dimana banyak dari spot-spot tersebut terlarang atau cukup berbahaya, prinsip knowing the limits ini alangkah baiknya dipegang teguh oleh setiap pendaki. Kejadian Alm. Eri Yunanto yang terjatuh di puncak tusuk gigi Gunung Merapi harusnya sudah cukup jadi pelajaran. Mungkin orang lain mampu berfoto di jurang sekalipun, tapi pikir lagi,  apakah perlu? Apakah gue mampu?

Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dan bisa jadi malah merepotkan banyak orang, lebih baik semuanya dipikirkan lagi kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.



Limit lainnya berlaku untuk peraturan di gunung yang akan didaki. Beberapa gunung memiliki area yang merupakan cagar alam. So jangan paksakan untuk mendaki, karena area cagar alam merupakan kawasan konservasi yang keadaan alamnya harus dijaga agar tetap lestari. Status dari gunung berapi juga menjadi salah satu pertimbangan untuk mendaki, jangan bodoh untuk memaksakan mendaki gunung yang berstatus siaga, bahkan sudah jelas ditutup. Atau peraturan yang ditetapkan oleh pihak pengelola atau taman nasional, seperti peraturan di Gunung Merapi yang menyebutkan batas legal pendakian hanya sampai di Pasar Bubrah.

Aaaand last but not least, gue bukan pendaki yang ribet kok. Gue cuma memilih untuk mengantisipasi semuanya supaya pendakian yang gue lakukan sebisa mungkin aman dan lancar. Percuma dong udah capek naik gunung terus malah repot dengan hal-hal yang tidak diinginkan.


Masih mau kan naik gunung bareng gue? :’))))))))))))))))))) 


So stay aware wherever you go and let’s BE PREPARED AND PLAY !
Ada hadiah jalan-jalan gratis ke Manchester buat 2 orang pemenang. Serunya lagi, masing-masing pemenang bisa mengajak satu orang temannya. Mau tau caranya? kalian cukup mainkan games BE PREPARED AND PLAY disini dan kumpulkan poin sebanyak-banyaknya.


So, what are you waiting for? ………………


Salam,


-mrizag-