Pendakian Gunung Penanggungan 1.653 mdpl : serba Nanggung !

3:27:00 PM

*sebuah cerita lanjutan dari pendakian Gunung Buthak*

...........

Akhirnya setelah perjalanan panjang turun dari puncak Gunung Buthak, gw bisa ngelurusin kedua kaki di atas bak mobil pick-up menuju rumah Mas Didik.

Walaupun lelah dirasa, tapi mulut kami masih gak berhenti "ngedumel" sama trek Buthak yang menyiksa si dengkul dan perasaaan.. #eaaaaaaaa

Rencana untuk lanjut ke Gunung Penanggungan jadi topik lain yang seru-serunya kami bahas. Kalau kata salah satu seniyor sih "Nanggung kalo gak ke Penanggungan....". Dengkul yang somplak ditambah ragu bisa sampe Stasiun Pasar Turi dengan ontime besok sorenya jadi pertimbangan untuk lanjut ke Penanggungan.

Sesampainya di rumah Mas Didik, kami pending sebentar topik pembicaraan ke Penanggungan. Dilanjutkan dengan makan malam, mandi, dan shalat. Diskusi dilanjut setelah semuanya selesai, dengan hasil tetep lanjut ke Penanggungan bareng Mas Eko sama Mas Cahyo yang asli warga Jawa Timur. Lumayan kan kalo ada temen jalan yang udah bolak-balik tau trek kesana. hehehe....

Karna masih dalam suasana lebaran, tentu agak susah nyari kendaraan yang mau nganter kami ke pos pendakian di Trawas, Mojokerto. Apalagi yang murah. Hahaha.. Mobil di dapat, dengan harga yang agak bikin glekkkk... tapi yasudahlah yang penting berjalan sesuai dengan rencana.

Kami semua beserta carrier masuk ke dalam mobil. Mas Eko dan Mas Cahyo menyusul di belakang dengan motor beat-nya. Gak lupa pamit  sama keluarga Mas Didik, Mas Mubee, dan temen lainnya yang udah baik banget, service kami dengan ramah.. padahal baru ketemu aja tadi pas turun dari puncak.

Perjalanan ke Trawas ditempuh sekitar 2 jam dari Batu. Setelah membeli logistik seadanya di minimarket, kami semua tidur dalam mobil. Udah gak peduli sama apapun, yang penting tidur!! Tega juga rasanya ngebiarin pak supir nyetir sendirian sampe Trawas. XD

Sekitar jam 11 malam sampai di pos pendakian. Ngobrol ngalor-ngidul, masak mie buat ganjal perut, sekalian packing persiapan pendakian. Karna pendakian kali ini cuma tektok, makanya kami cuma bawa logistik seadanya buat ngopi kece di puncak. Satu dari lima seniyor berhalangan ikut, Teh Dewi lebih milih untuk tidur-tiduran di warung nunggu kami berlima sampe turun lagi dari puncak. Sebenernya masih ada 3 pos pendakian lain, selain di Trawas (deket kampus UBAYA). Jika tertarik untuk melihat candi-candi peninggalan purbakala, maka disarankan untuk melakukan start pendakian di pos Jolotundo atau Ngoro. Sedangkan pos pendakian satunya lagi yaitu via Pandaan.

Gak mau ketinggalan momen sunrise di puncak, jam 2 pagi kami memulai pendakian. Mas Eko sama Mas Cahyo jalan duluan di depan, sedangkan kami berlima masih jalan santai jauh dibelakang mereka. Trek awal adalah jalan aspal batu sepanjang 3 - 4 KM. Jalurnya terbilang datar, lumayanlah buat manjain dengkul yang masih kecapean setelah pendakian Gunung Buthak. Berikutnya jalanan menyempit jadi setapak, sehingga kami harus berjalan berurutan. Treknya terus menanjak tanpa bonus dengan didominasi jalur batu. Gw agak kewalahan sebenernya lewatin trek penanggungan ini, ditambah kondisi badan yang lagi gak fit. Gunung Penanggungan atau disebut juga Gunung Pawitra dengan ketinggiannya yang hanya 1653 mdpl, bukan alasan untuk diremehkan. Walaupun ketinggiannya kurang dari 2000 mdpl, treknya lumayan bikin dengkul kelelahan. Intinya jangan pernah menilai gunung dari ketinggiannya. Penanggungan, gunung seribuan rasa tiga ribuan. :p

Nanjak teross!
2 jam lebih berjalan, akhirnya ketemu Mas Eko yang lagi tidur-tiduran di puncak bayangan. kami pun istirahat sebentar, sekaligus shalat subuh. Mas Eko dan Mas Cahyo izin buat gak ikut naik sampe puncak. Katanya mereka nunggu kami di puncak bayangan saja. Kami berlima kembali berjalan menuju puncak. Kalo ngeliat ke arah puncak, rasanya kaya ngeliat puncak mahameru dari cemoro tunggal. Nanjak parah!

Nafas udah mulai ngos-ngos-an. Setiap lima kali ngelangkah, gw berhenti. Nyoba buat ngatur nafas biar tetep bisa sampe puncak. Sedangkan empat suniyor lain udah jauh diatas. Belum nyampe puncak, langit yang gelap mulai menjadi terang berwarna kuning agak oranye. telat sunrise di puncak!!

Deket sebelum puncak, terdapat sebuah batu besar dan dibawahnya ngebentuk goa kecil. Goa kecil ini biasa digunakan para pendaki buat tempat istirahat atau berkemah. Walaupun gak terlalu gede, goa ini cukup untuk 2 sampai 3 orang. Perlu sekitar 10 menit berjalan nanjak dari goa ini untuk sampai di puncak.

Goa.

"Puncak!" para seniyor berteriak dari atas. Ada semangat tambahan rasanya buat cepet-cepet sampe puncak. makasih seniyor.... Sesampainya di puncak, kami semua bersalaman. Sekilas mungkin aneh atau mungkin sebagian orang berfikiran "lebay" tapi gw rasa "salaman" saat menggapai si puncak itu jadi suatu hal yang precious untuk kebersamaan yang timbul saat pendakian, juga ungkapan kegembiraan bisa sampe tujuan. Gak memandang rendah atau tinggi gunung yang sedang didaki.

Arjuno - Kembar - Welirang - dan Petualang Kesepian (OmDwi) :v


Dipuncak terdapat sebuah lembah, mirip kawah yang udah gak aktif lagi. Biasa digunakan para pendaki untuk lokasi berkemah. Dibawahnya ada juga semacam petilasan / kuburan. Tapi karena rasanya udah pe-we (posisi uwenak) di puncak, kami gak sempet lihat jelas bentuk petilasan tersebut.

Hanya sebentar waktu yang kami punya, karna sore ini kami harus kembali ke Jakarta. Setelah selesai ngopi, berjemur, dan foto-foto, kami kembali turun melewati trek turunan curam berbatu. Ngelewatin trek yang kaya gini, gundul, terbuka tanpa pohon, ditambah turunan yang lumayan curam, jadi inget treknya Gunung Guntur di Garut. Bedanya kalo di Guntur bukan trek berbatu, melainkan trek batu kerikil yang kecil. sebelas duabelas lah... hehehe

penampakan puncak penanggungan dari puncak bayangan. (Foto oleh Uni Wiwik)

Tiba di pos pendakian. Segera kami packing untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Terminal Bungur Asih di Surabaya, ketemu temen-temen lainnya yang abis ngabur dari Gunung Ijen. Lalu lanjut ke Stasiun Pasar Turi untuk pulang ke Jakarta.

Pulangg...

"Nanggung kalo gak ke PENANGGUNGAN, treknya pun gak NANGGUNG-NANGGUNG! Gunung Penanggungan serba NANGGUNG !" :))

Gunung Penanggungan, diambil dari Bis menuju Terminal Bungur Asih.

You Might Also Like

8 comments

Popular Posts

Catch me on FB :)

Flickr Images

Instagram