Day 2 : 31 Maret 2013



Masih pagi sekali kami sampai di Rantepao, gak kerasa perjalanan 8 jam Makassar - Rantepao karna full beristirahat. Melakukan perjalanan malam ke Toraja emang sangat dianjurkan, selain waktu perjalanan kerasa singkat, kita juga bisa menghemat biaya penginapan.

Rantepao adalah Ibu Kota dari Kabupaten Toraja Utara merupakan gerbang awal sebelum kita menyambangi keindahan alam dan kemegahan budaya unik Tana Toraja. Walaupun ibu kota Tana Toraja terletak di Makale namun untuk pusat wisata berada di Rantepao ini.

Karna masih pagi, gw dan kawan-kawan nyari warung terdekat buat nyari makanan buat ganjal perut. Sambil nunggu pesenan mie, kopi, dan susu, gw bareng nurul cari mesjid buat sholat subuh. Agak susah disini buat cari mesjid, lebih banyak greja soalnya. Makanan yang dijual pun agak aneh, malah ga pernah gw liat di jakarta, salah satunya baso ibab (re:babi). Diyana masih mual-mual, efek perjalanan 8 jam plus jalanan berkelok-kelok di daerah Enrekang sebelum masuk daerah Tana Toraja.

Bermodal petunjuk dari beberapa orang yang kami tanya sepanjang jalan, akhirnya kami memutuskan untuk ke Kete Kesu terlebih dahulu. Jaraknya paling dekat dari Rantepao, sekitar 4 km. Kete kesu terdiri dari padang rumput dan padi yang mengelilingi rumah adat Tana Toraja (Tongkonan), desa wisata ini juga terkenal karena adanya peninggalan purbakala berupa kuburan batu. Banyak sisa-sisa tengkorak dan tulang manusia disini. Hampir semua kuburan batu diletakkan menggantung di tebing atau di dalam gua. Beberapa makam ditutup oleh jeruji besi, menurut anak kecil yang jadi guide gw disana sih katanya mencegah pencurian patung adat (tau-tau).

Rumah Adat Tana Toraja - Tongkonan





Selesai berkeliling di kawasan Kete kesu, kami pamit sama guide cilik yang sejak dari awal ketemu semangat banget ngejelasin semua tentang Kete Kesu dan budaya Tana Toraja yang mereka tau.

Kembali ke parkiran, tancap gas ke tempat wisata berikutnya. Sempet berunding juga selanjutnya mau kemana... mengingat ferdi harus balik duluan siang ini ke Makassar akhirnya diputuskan untuk ke Lemo dulu.  (nurutin maunya ferdi hehe...)

Sebelum sampai di kawasan Lemo kita melewati wisata Tana Toraja lainnya, yaitu Londa dan Tilangnga, rencananya kita akan ke tempat wisata tersebut setelah berkunjung ke Lemo.

Lemo jaraknya sekitar 12 km dari Rantepao, mungkin cukup dengan 20 menit dari Rantepao untuk sampai disini. Lemo merupakan tempat pekuburan atau persemayaman jenazah berbentuk lubang-lubang pada dinding cadas. Orang toraja sendiri yang membuat lobang-lobang itu dengan cara memahat.






View di Lemo
Luar biasa memang Indonesia.Kaya sumber daya alamnya, indah pemandangannya, ditambah budaya unik di setiap daerahnya. PROUD TO BE INDONESIAN lah !

Lanjut ke kawasan wisata lainnya, berpisah dengan Ferdi karna dia harus naik bis jadwal siang ke Makassar. Eh baru keluar kawasan wisata Lemo ban motor gw bocor!!! *ngesot nyari bengkel motor*

***karna udah badmood, cape, ban bocor 2x akhirnya kami putuskan balik ke Rantepao***


Sebenernya masih banyak tempat wisata di Tana Toraja yang harus banget didatengin. Tapi apa daya, semoga lain kali masih ada kesempatan untuk explore Toraja dengan banyak budaya uniknya.

1. Tilangnga
Sebuah kolam renang alami dengan mata air yang sejuk, terletak di hutan bambu. Mata air ini mengalir dari cela-cela batu kapura dan tidak pernah kering sekalipun pada musim kemarau. Yang membuat kolam alami di tempat ini berbeda dari pemandian yang lain adalah karena ada beberapa belut bertelinga atau moa yang hidup di dalam kolam alami. Hewan yang dalam bahasa Toraja disebut dengan Masapi ini terkadang terlihat keluar melalui batuan gamping yang ada di kawasan kolam. // sumber

2. Londa
Londa adalah salah satu gua makam paling popular sebagai tujuan wisata di Tana Toraja. Objek wisata Londa berada di Desa Sandan Uai, kecamatan Sanggalangi. Lokasinya kurang lebih 7 kilometer dari selatan kota Rantepao. // sumber

3.Batutumongga
Batutumongga terletak di lereng Gunung Sesean yang merupakan gunung tertinggi di Toraja. Gunung ini dinobatkan sebagai tempat terbaik untuk menyaksikan keindahan Tana Toraja dari ketinggian termasuk panorama Rantepao. // sumber

4. Makula
Makula terletak sekitar 12 km dari Makale di Kecamatan Sangalla' selatan. ada mata air panas dengan kolam untuk berendam.


Second day ends here......... 8 jam nongkrong di sebuah Cafe milik pak Sonny. Makan, tidur-tiduran sampe numpang mandi. Nunggu bis malem ke Makassar jam 9.



PS: sampai di Tana Toraja buruan booking tiket bis untuk kembali ke Makassar. Antisipasi takut keabisan.

Pengeluaran day 2 :

* Sewa motor : Rp 40.000
* Retribusi Kawasan Kete Kesu : Rp 10.000
* Retribusi Kawasan Lemo : Rp 10.000
* Bis malam ke Makassar : Rp 110.000

Total Pengeluaran hari kedua : Rp 170.000,-